Go4HealthyLife.com, Jakarta - Gout atau encok, ada juga yang menyebutnya rematik, adalah rasa sakit pada persendian, yang kerap dikaitkan dengan makanan, khususnya terlalu banyak konsumsi makanan berlemak, daging, makanan laut dan alkohol.

Namun kita kerap menyebut gout sebagai asam urat, meskipun sejatinya gout terjadi manakala kadar asam urat di dalam darah menyebabkan terbentuknya kristal dan berakumulasi di persendian.

Karena pemahaman tersebut, terapi gout biasanya melibatkan pembatasan makanan yang amat ketat, sehingga menyulitkan untuk ditepati. Untunglah, obat-obatan terbaru untuk terapi gout berhasil menurunkan ketatnya diet yang harus dijalani oleh penderita.

Dengan kata lain, diet untuk penderita gout sebenarnya mengajak kepada konsumsi makanan sehat dan seimbang bagi sebagian besar orang. Selain untuk menjaga berat badan dan menghindari sejumlah penyakit kronis, diet ini kemungkinan berkontribusi pada pengelolaan gout menjadi lebih baik.

Tubuh memproduksi asam urat asam urat saat memecah purin. Purin umumnya ada secara alami pada tubuh, namun juga bisa didapat dari konsumsi jenis makanan tertentu, misalnya jerohan, herring, asparagus dan jamur.

Tujuan dari diet gout adalah untuk mengendalikan produksi dan mengeliminasi asam urat, yang mungkin dapat membantu mencegah serangan gout atau mengurangi tingkat keparahannya. Makanan sendiri bukanlah terapi bagi gout, namun dapat membantu mengontrol kekambuhan. Obesitas juga menjadi faktor risiko untuk gout, jadi jika tak mau terkena penumpukan asam urat sebaiknya kurangi berat badan dari sekarang.

Diet untuk penderita gout ditujukan untuk mengurangi asupan makanan yang tinggi purin, yang membantu mengontrol produksi asam urat oleh tubuh. Perlu dicatat,hindari penurunan penurunan berat badan secara cepat karena hanya akan menyebabkan gout kambuh. Cara lain untuk mencegah penumpukan asam urat adalah banyak minum air, hindari makanan tinggi protein yang menyebabkan Anda memproduksi terlalu banyak asam urat (hyperuricemia).

Diet yang umumnya diterapkan untuk menurunkan asam urat antara lain:

1. Batasi protein hewani
Hindarilah atau batasi makanan yang kaya purin, termasuk jerohan seperti hati, herring dan makarel. Daging merah (sapi, babi dan biri-biri), ikan berlemak tinggi dan makanan laut (tuna,udang, lobster dan rajungan) yang dikaitkan dengan meningkatnya asam urat. Mengingat protein hewani mengandung purin, batasi asupannya hanya 4-6 ons (113-170 gram) per hari.

2. Konsumsi lebih banyak protein nabati
Dengan membatasi protein hewani, Anda bisa mendapatkan sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan dan buncis. Peralihan ini juga membantu memangkas lemak jenuh, yang mungkin secara tidaklangsung berkontribusi pada obesitas dan gout.

3. Batasi/hindarilah alkohol
Alkohol mengganggu eliminasi asam urat dari dalam tubuh. Minum bir misalnya kerap dikaitkan dengan munculnya serangan gout. Saat gout tidak sedang kambuh, minum 148 ml anggur per hari tampaknya tidak akan meningkatkan risiko.

4. Minumlah banyak cairan, khususnya air putih
Cairan dapat membantu membuang asam urat dari dalam tubuh. Cobalah minum air sebanyak-banyaknya semampu Anda. Tapi jangan kebanyakan.

5. Pilih susu bebas atau rendah lemak
Sejumlah studi menunjukkan bahwa minum susu skim, susu rendah lemak, minum yogurt, membantu mengurangi risiko gout.

6. Konsumsilah karbohidrat kompleks
Konsumsilah biji-bijian utuh dan buah serta sayur lebih banyak dibandingkan karbohidrat terafinasi, seperti kue dan permen.

7. Batasi/hindarilah gula. Makanan manis cenderung mengandung kalori tinggi, yang terkait erat dengan kelebihan berat badan dan kegemukan.

8. Ada sejumlah bukyi bahwa minum 4-6 cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko gout pada laki-laki.