Go4HealthyLife.com, Jakarta - Kehamilan menjadi hal yang amat diharapkan bagi pasangan suami istri. Sayangnya, tak semua pasutri beruntung segera mendapatkan momongan. Salah satu faktor belum kunjung hamilnya istri mungkin karena dia tak mengetahui kapan waktu ovulasi, yaitu waktu pelepasan telur dari ovarium.

Menurut Roger W. Harms, M.D., pakar kebidanan dan kandungan dari Mayoclinic, ovulasi kerap terjadi dalam hari ke 14 siklus menstruasi, meskipun waktu tepatnya bervariasi di antara perempuan dari bulan ke bulan.

Tanda dan gejala ovulasi kadang kurang jelas. Sebelum ovulasi biasanya vagina mengeluarkan cairan licin dan bening, menyerupai putih telur mentah.  Setelah ovulasi, jika terjadi pembuahan, cairan dari vagina akan terlihat lebih gelap, agak kental.

Suhu tubuh juga akan sedikit naik saat ovulasi, ini bisa menjadi penanda, khususnya Anda yang 'hobi' mengukur suhu tubuh menggunakan termometer digital di pagi hari sebelum turun dari tempat tidur. Masa paling subur seorang perempuan umumnya terjadi selama dua hingga tiga hari sebelum kenaikan suhu tubuh.

"Bagi sebagian perempuan, ovulasi bahkan bisa memicu munculnya kram perut," kata Harms.

Jika ingin cara yang praktis untuk mengetahui ovulasi, gunakan saja tes ovulasi yang dijual di apotek. Alat ini menguji urin yang mengandung berbagai hormon yang meningkat sebelum ovulasi.

Untuk memaksimalkan ksuburan, lakukan hubungan seks sekali sehari selama masa ovulasi. Hubungan intim secara teratur selama masa ovulasi bisa meningkatkan peluang kehamilan. Silakan coba ya!